Kamis, 21 November 2019

Menjemput Rezeki yang Diusahakan


Saya sering mendengar orang yang mengeluh tentang rezekinya. Orang-orang yang sering mengatakan bahwa rezeki sudah ada yang mengatur. Sehingga mereka lebih senang pasrah ketika mengalami kesulitan keuangan dan akan mengucapkan "mungkin memang nasib Saya yang seperti ini". Menurut Saya, ini adalah kepasrahan yang tidak tepat.

Manusia memang sudah dijamin rezekinya oleh Allah yang Maha Pemberi. Rezeki yang sudah dijamin itu akan sampai kepada kita bagaimana pun caranya. Jumlahnya akan sesuai dengan ketetapan dari sang pencipta, tidak kurang dan tidak lebih. Ini adalah rezeki yang bersifat mutlak. Tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang tidak akan mendapatkan rezeki dari Allah. Rezeki dari Allah itu sangat luas, sangat banyak, karena Allah Maha Kaya.

Lantas kenapa rezeki setiap orang berbeda? Kenapa ada yang miskin dan ada yang kaya? Usaha dari masing-masing orang dalam menjemput rezeki pasti berbeda. Selain ada rezeki yang dijamin, ada juga rezeki yang diusahakan. Sederhananya, untuk menjemput rezeki karena berusaha maka usahanya pun harus besar dan tiada henti, sebaliknya kalo malas berusaha maka bisa dipastikan rezekinya akan susah turun. 

Tapi sayangnya kadang perjalanan kita dalam menjemput rezeki yang diusahakan ini tidak sesederhana itu. Ada yang usahanya besar tapi masih sering gagal, hidupnya masih sulit. Sebaliknya ada yang terkesan minim kerja keras, tapi ternyata rezeki mengalir deras tanpa henti. Kira-kira apa yang menyebabkan hal tersebut?

Usaha ternyata tidak sebatas usaha fisik seperti kerja dari pagi sampai larut malam. Ada hal-hal yang jauh dari pada itu, dan berpengaruh terhadap kemudahan menjemput rezeki. Usaha juga mencakup doa dan pikiran. Usaha dalam doa berarti usaha dalam meminta, tentunya hanya meminta kepada Allah, bukan bos atau atasan. Karena kita sadar bahwa hanya Allah yang sanggup memberikan kemudahan kepada kita. Meminta kepada Allah bukanlah suatu hal yang hina, justru hal tersebut adalah sikap rendah hati yang harus kita tunjukkan sebagai makhluk yang bergantung pada sang penciptanya. Besarnya usaha kita dalam meminta melalui doa akan membuat hubungan kita dengan sang Pemberi Rezeki menjadi semakin dekat.

Berdoa harus selalu diikuti dengan pikiran yang positif dan selalu berbaik sangka kepada Allah. Tidak setiap doa akan terkabul sesaat setelah kita meminta. Ada proses yang harus dijalani, Allah mau melihat usaha dan kesabaran kita. Seandainya usaha secara fisik dan doa belum juga mendatangkan rezeki, kita harus selalu berbaik sangka, mungkin Allah sedang menyiapkan yang lebih baik untuk kita dan menunggu hingga kita pantas mendapatkannya.

Berpasrah diri menerima keadaan sebelum berusaha adalah hal yang pantang dilakukan. Karena faktanya banyak orang-orang kaya yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, tapi pada akhirnya bisa sukses dalam menjemput rezeki karena mereka mau berusaha. Usaha tersebut tentunya diimbangi dengan doa dan selalu disertai pikiran yang positif sehingga mereka tidak pernah menyerah saat diuji dengan kegagalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar