Ketika sedang bekerja dan dihadapkan pada suatu diskusi pasti kalian akan menemukan dua macam tipe orang. Pertama, mereka yang dengan seksama mendengarkan topik pembicaraan yang sedang didiskusikan. Dan yang kedua adalah mereka yang mampu merespon dengan cepat selama proses diskusi dengan secara aktif memberikan pendapat dan opini. Dua tipe cara berkomunikasi tersebut dideskripsikan sebagai responding dan initiating.
Tulisan Saya pada postingan kali ini bersumber dari sebuah buku yang berjudul How to Get On With Anyone yang ditulis oleh Catherine Stothart. Jika kalian tertarik untuk memperdalam topik ini lebih lanjut maka pembahasan tentang materi ini ada di Bab ke-2 buku tersebut.
Secara umum, perilaku responding dan initiating ini sebenarnya sama dengan perilaku introvert (energi yang fokus pada pikiran dan perasaan dalam diri) dan ekstrovert (energi yang fokus pada dunia luar). Dimana kita sering membedakan dengan mudah kedua tipe ini sebagai pendiam vs ekpresif. Tapi dalam hal yang lebih spesifik misal dalam berkomunikasi, responding dan initiating merupakan kecenderungan seseorang yang akan ia tampilkan dalam berinteraksi dengan orang lain. Dimana perilaku responding berarti seseorang akan lebih cenderung untuk menanggapi sedangkan intiating berarti lebih cenderung memulai atau mengarahkan jalannya diskusi.
Ciri-ciri bagi orang yang lebih dominan sebagai tipe responding yaitu:
- mereka pendengar yang baik
- memiliki pembawaan yang tenang
- bisa meredakan situasi yang memanas
- memikirkan suatu hal secara mendalam
- hanya mengeluarkan pendapat jika hal tersebut dirasa penting
- terkesan lambat dalam mengambil tindakan
- terlihat seperti enggan untuk memberikan masukan
- tidak begitu aktif dalam suatu pembicaraan
- lebih suka menghindari konflik
Sedangkan untuk orang yang lebih dominan sebagai tipe initiating memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- mereka suka memulai sesuatu atau menginisiasi topik pembicaraan
- tidak ragu dalam mengungkapkan apa yang dipikirkan
- mampu memberikan respon dengan cepat
- terlihat bersemangat dan memiliki langkah yang cepat dalam pengambilan keputusan
- terkesan tergesa-gesa
- mendominasi suatu percakapan
- mungkin tidak terlalu mendengar pendapat orang lain
- justru terlihat bersemangat dengan adanya konflik
Pada kenyataannya, orang kebanyakan akan memperlihatkan campuran dari kedua perilaku responding dan initiating seperti halnya kebanyakan orang memperlihatkan perilaku yang ambivert. Meskipun demikian, kadar seseorang dalam bersikap responding-initiating bisa bermacam-macam. Tidak ada seorang pun yang akan 100% berperilaku responding atau initiating. Yang paling penting adalah bagaimana caranya untuk mengetahui kecenderungan yang ada dalam diri kita dan lawan bicara sehingga kita bisa mengatur energi dan menebak respon orang lain saat sedang berinteraksi.
Contoh sederhana, Saya sendiri merasa lebih sering bersikap responding secara alami. Maka ketika Saya dihadapkan pada lingkungan yang baru, dimana Saya harus bertemu orang baru dan menjalin pertemanan dengan mereka, maka Saya membutuhkan energi dan usaha lebih untuk bisa bersikap initiating untuk lebih dulu memulai pembicaraan, bertanya, dan menanggapi jawaban agar mereka merasa Saya memiliki ketertarikan untuk menjalin pertemanan. Artinya bukan berarti Saya tidak bisa bersikap initiating karena kecenderungan Saya adalah responding, tapi Saya hanya membutuhkan energi lebih banyak dan keluar dari zona nyaman untuk bisa bersikap secara initiating yang sejatinya bukan sikap alamiah yang Saya miliki.


