Per bulan Oktober 2019 ini, lebih tepatnya sudah 2 tahun 6 bulan penulis bekerja di tambang tembaga. Saya lulus kuliah di bulan Oktober 2016 dan menunggu selama 5 bulan sampai akhirnya diterima bekerja di sebuah perusahaan pertambangan dan pengolahan tembaga yang memiliki site di pulau Wetar, Maluku. Saat itu semua tahap proses interview dilakukan melalui telepon hingga akhirnya kurang dari sebulan Saya sudah mendapatkan offering letter untuk bekerja di perusahaan ini.
Hari pertama berangkat ke site yaitu tanggal 4 April 2017. Perjalanan harus ditempuh menggunakan pesawat terbang dari Jakarta menuju Kupang. Pesawat yang saya tumpangi take off sekitar jam 7 pagi dari bandara Soekarno-Hatta, transit di Denpasar, kemudian landing di bandara El Tari Kupang pukul 12.30 waktu setempat. Di Kupang sudah ada mobil jemputan yang mengantarkan Saya ke hotel Neo untuk beristirahat sambil menunggu perjalanan selanjutnya menggunakan kapal di sore hari. Perjalanan menggunakan kapal menuju pulau Wetar ditempuh selama 18 jam sehingga saya harus bermalam di kapal dan baru tiba di pulau Wetar sekitar pukul 11 siang keesokan harinya.
Waktu itu pada trip pertama Saya, tidak pernah terpikirkan bahwa perjalanan menuju tempat bekerja akan sejauh ini. Saya hanya mendapat sekilas gambaran tentang perjalanan ke pulau Wetar saat interview. Saya pikir perjalanan tersebut akan biasa-biasa saja karena Saya pun pernah kerja praktek di tambang nikel di Sorowako, Sulawesi Selatan dan harus menggunakan bus selama 13 jam perjalanan dari Makasar ke Sorowako. Setelah merasakan langsung perjalanan tersebut ternyata cukup melelahkan juga hehe. Bagian yang bikin lelah adalah perjalanan 18 jam di kapal dengan gelombang yang lumayan menggoyang badan kapal sehingga Saya merasa mual sepanjang perjalanan meskipun sudah minum antimo dua tablet sekaligus.
Hari-hari Saya selama sebulan di trip pertama dipenuhi dengan pertanyaan pada diri sendiri apakah Saya bisa bertahan cukup lama paling tidak selama setahun bekerja di perusahaan ini? Bukan karena tempatnya yang berada di daerah terpencil yang tidak ada Alfamart atau Indomaret. Bukan karena tidak ada mall beserta bioskopnya untuk menonton film keluaran terbaru. Bukan karena Saya harus jauh dari keluarga dan pacar, walaupun ini termasuk hal yang bikin Saya sering homesick juga. Saya hanya sering khawatir dengan perjalanan laut selama 18 jam yang membuat Saya tidak nyaman sepanjang perjalanan. Terlebih lagi jika sedang musim ombak besar. Karena sistem bekerja disini adalah roster 4-2 (4 minggu kerja di site setelah itu 2 minggu libur di rumah) sehingga setiap 3 bulan Saya harus merasakan 4 kali perjalanan laut ini. Dan ternyata sampai saat ini sudah 2 tahun 6 bulan berjalan dan Saya masih bertahan dan setia di tempat ini hehe...
Lalu yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah kenapa Saya bisa bertahan bekerja di tambang remote area yang perjalanannya saja sejauh itu? Sebenarnya sudah berkali-kali Saya ingin resign dari sini, jujur. Masalahnya adalah setiap kali ada proses seleksi, test, atau interview selalu saja ketika Saya sedang berada di tengah-tengah roster. Misal saya harus pulang hanya untuk 2-3 hari pun cukup sulit karena faktor perjalanan yang jauh dan tidak bisa pulang dadakan kecuali ada hal-hal yang darurat seperti meninggalnya anggota keluarga. Hal lainnya adalah di area pabrik hp tidak mendapat sinyal sama sekali sehingga dari jam 6 pagi hingga 6 sore Saya tidak bisa dihubungi atau menghilang dari eksistensi dunia luar. Akhirnya Saya tidak begitu getol lagi untuk mencari perusahaan baru dan berusaha menikmati saja hari-hari Saya di tambang ini sambil belajar banyak hal dan memberikan apa yang bisa Saya berikan.
Sistem roster 4-2 membuat Saya menjalani hidup yang lebih banyak di site ketimbang di rumah, artinya selama setahun kurang lebih 8 bulan Saya lalui di site dan hanya 4 bulan di peradaban. Semua ini tentu ada plus minusnya. Hidup di site enaknya adalah tidak perlu merasakan kemacetan setiap kali pulang pergi kerja seperti kebanyakan teman-teman yang kerja di Jakarta, gaji bulanan Saya utuh karena untuk makan, tempat tinggal, laundry, tiket pesawat pulang-pergi saat fieldbreak semua sudah dijamin perusahaan. Minusnya ya tentu kehidupan yang itu-itu aja dengan orang-orang yang itu-itu lagi, sinyal internet tidak sebagus di Jakarta dan belum ada 4G, jadi bye youtube. Selain itu seringkali Saya tidak bisa hadir di momen-momen terpenting di kehidupan orang-orang terdekat.
Dua setengah tahun yang Saya lalui bukan tanpa kejenuhan sama sekali karena Saya berkali-kali merasa ingin pindah, dan merasa berat hati ketika harus berangkat kembali ke site setelah dua minggu berada di kehidupan normal. Mengatasi hal ini Saya selalu mencoba mencari hal-hal baru selama bekerja. Selain itu perubahan kondisi di perusahaan juga membuat Saya akhirnya penasaran dan ingin bertahan untuk mengetahui kelangsungan hidup tambang ini, mulai dari naik jabatan, pindah bagian proses yang harus Saya urus, perusahaan diakuisisi oleh grup perusahaan lain, rute perjalanan diubah sehingga perjalanan dengan kapal menjadi 8 jam saja, pergantian manajer departemen yang hingga saat ini sudah 4 kali terjadi, melihat produksi naik turun, menghadapi masalah yang berbeda-beda, dikirim untuk pertemuan dengan ESDM di Denpasar, diberi kesempatan untuk sertifikasi POP, dan banyak hal lainnya yang membuat Saya selalu merasa "sepertinya gue masih disini 3 bulan kedepan deh, masih penasaran ini... masih penasaran itu..."
Hingga saat ini kalau ada pertanyaan apakah Saya masih ingin pindah dari perusahaan ini? jawabannya tentu Saya ingin pindah. Tapi kapan? itu yang Saya belum bisa jawab. Entah nanti kalau Saya menikah karena Saya tidak akan tahan hanya menjalani 4 bulan bersama istri Saya nanti dari 12 bulan selama setahun karena harus ke site. Mungkin ketika sudah lebih dari 3 tahun bekerja Saya mulai merasa bosan lagi, atau mungkin juga kalau ada kesempatan yang tepat Saya akan pindah. Tapi sepertinya belum akan terjadi dalam waktu dekat.
Yah begitu saja kira-kira pengalaman Saya bekerja selama lebih dari 2 tahun di perusahaan tambang di Maluku, terimakasih sudah membaca tulisan yang isinya curhat ini sampai habis ya hehe.. semoga ada hal baik yang bisa dipetik. See you on the next post.