Memaafkan itu sejatinya adalah hal yang sulit, sama halnya seperti meminta maaf. Memaafkan bisa jadi lebih sulit, karena kita harus mampu menyembuhkan diri dari rasa sakit yang mungkin dialami.
Adakah cara untuk menjadi orang yang mudah memaafkan?
Terkadang kita merasa sakit hati atas sikap dan perilaku orang lain terhadap kita. sikap menyakitkan itu bisa bermacam-macam bentuknya. Bisa berupa sindiran, hinaan, dimarahi, perilaku kasar, cuek atau mungkin ditinggal saat lagi sayang-sayangnya.
Tentu bukan hal yang mudah untuk memaafkan hal-hal yang menyakitkan tersebut. Bahkan mungkin bisa menimbulkan rasa dendam jika rasa sakitnya amat besar.
Tapi percayalah bahwa rasa sakit itu bisa hilang, dan menyimpan dendam hanya akan membuat kita semakin merasa sakit. Atas dasar tersebut, memaafkan adalah pilihan yang jauh lebih bijak dan menyehatkan, setidaknya untuk diri kita sendiri.
Agar bisa memaafkan dengan mudah, maka harus didahului dengan kemampuan untuk bisa menerima.
Apa yang harus diterima? yaitu segala rasa sakit yang disebabkan oleh orang lain terhadap diri kita.
Rasa sakit itu sebenarnya muncul atas izin dan persepsi kita sendiri. Kenapa begitu? Intinya persepsi kitalah yang seringkali menjadikan kita sebagai objek yang tersakiti. kita sering merasa menjadi korban atas tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan orang lain. Padahal belum tentu orang lain itu sengaja.
Karena tidak semua rasa sakit itu disebabkan oleh perbuatan yang disengaja. Bahkan ada pula rasa sakit yang muncul tanpa adanya tindakan yang menyebabkan rasa sakit tersebut. Misal kita sering merasa tersinggung oleh perkataan orang lain yang belum tentu maksudnya adalah untuk menyinggung kita.
Jadi, jika kita bisa dengan mudah menerima, kita bisa memaafkan dengan lebih mudah. Hal ini tentunya akan membuat diri kita menjadi lebih tenang dan tidak terlalu ambil pusing dengan kesalahan yang dilakukan oleh orang lain terhadap diri kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar